Guru Ngaji Hamili Santri, Polisi Sepakat Jerat Pelaku Dihukum Kebiri

Guru Ngaji Hamili Santri, Polisi Sepakat Jerat Pelaku Dihukum Kebiri

MOJOKERTO – Guru Ngaji berinisial SD kini berurusan dengan polisi. Ia disangka atas dugaan pemerkosaan terhadap santrinya sendiri.

Dia pun kini dijerat Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak.

Peluang untuk menjerat pelaku yang sejatinya diketahui seorang pendidik dengan pasal berlapis diungkapkan Kanit PPA Satreskrim Polres Mojokerto Iptu Sri Mulyani.

Selain UU Perlindungan Anak, Sri mengatakan oknum guru ngaji yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap NR, 15 berpeluang terjerat Perppu yang baru saja diterbitkan Presiden Joko Widodo.

’’Yang jelas Perppu akan berlaku ke semua golongan. Tak pandang bulu. Lebih-lebih ke publik figur seperti oknum guru ngaji tersebut,’’ tegas Sri dikonfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto Minggu (29/5).

Sebab, menurutnya, bila mengacu salinan Perppu yang disahkan Presiden Jokowi, pelaku yang terjerat hukuman kebiri tertuang dalam pasal 81 Perppu pasal 81 ayat 3-7.

Diantaranya adalah pendidik anak, pengasuh anak, aparat perlindungan anak, anggota keluarga, dan masyarakat sipil yang terbukti melakukan pelecehan seksual.

“Secara hukum sudah jelas,” katanya.

Bahkan dalam Perppu, juga disertakan unsur-unsurnya. Yakni, pelaku sudah melakukan kejahatan seksual pada anak secara berulang, sebagaimana diatur pada ayat 4.

Hingga menyebabkan korban terluka berat, sakit jiwa, terkena penyakit menular, terganggu alat reproduksinya, atau meninggal, sebagaimana diatur ayat 5.

Disebutkan Sri, jika unsur-unsur terpenuhi, dipastikan pelaku yang terdiri atas tenaga pendidik, anggota keluarga, dan lain-lain tersebut dapat tejerat sanksi kebiri.

“Apalagi kalau pelaku terbukti benar melakukan aksi kejahatannya berulang kali kepada korban. Bahkan disertai kekerasan,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya lagi-lagi meminta dalam menyampaikan pengaduan/laporan sedianya disampaikan sendiri oleh orang tua korban atau orang terdekat.

“Tinggal ke kantor saja, kami terbuka untuk semuanya. Yang jelas setelah ada pengaduan secepatnya kami akan tidak,” pungkasnya.

sumber: jawapos.com

Post Comment